topmetro.news, Sergai – Dampak cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara kini semakin meluas. Di Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, kondisi banjir terus meningkat hingga Jumat (28/11/2025) malam.
Hingga pukul 23.00 WIB, Pemerintah Desa Pekan Tanjung Beringin terus melakukan pemantauan intensif terhadap kenaikan debit air yang semakin mengkhawatirkan. Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Ir. Indra Syahputra, memimpin langsung perangkat desa dan para kepala dusun untuk meninjau kondisi di dusun masing-masing.
“Ini kami lakukan sebagai inisiatif sebagai pimpinan di desa. Kami ingin memastikan warga tetap waspada dengan kondisi saat ini,” ujar Indra.
Berdasarkan data sementara hasil monitoring sejak siang hari, banjir telah merendam sejumlah dusun, yaitu Dusun I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, dan IX. Total sebanyak 1.051 kepala keluarga (3.264 jiwa) dan 735 rumah terdampak akibat tingginya curah hujan, luapan air Sungai Kota Tebing Tinggi, Sei Bamban, dan Sei Rampah, serta diperparah pasang surut air laut.
Melihat situasi yang terus memburuk, Indra menegaskan pihaknya menetapkan status siaga dan menginstruksikan perangkat desa untuk melaksanakan jaga malam.
“Kami akan terus bersiaga. Situasi air yang terus meluas ke ribuan rumah ini harus kita tangani dengan cepat dan penuh kewaspadaan,” tegasnya.
Sebagai tambahan, Indra juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga desa agar lebih berhati-hati.
“Kami mengimbau warga untuk mematikan aliran listrik di rumah masing-masing jika air sudah masuk ke pekarangan atau mendekati instalasi listrik. Ini sangat penting untuk menghindari korsleting atau kejadian yang membahayakan jiwa. Selain itu, kami minta warga segera mengamankan dokumen penting, barang berharga, dan mengevakuasi anak-anak serta lansia ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, BPBD, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan bantuan dan langkah evakuasi dapat segera dilakukan apabila diperlukan.
Reporter | Fani

